Berita DPD di Media

Beranda

ยป

Berita DPD di Media

Senator DKI jakarta Fahira Idris, Hadir sebagai Pembina Upacara bendera HUT RI di srengseng junction

18 Agustus 2023 oleh jakarta

Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta hari ini bersama-sama 30 Ormas perwakilan di DKI Jakarta adakan Upacara Peringatan HUT RI Ke 78 Tahun di Sekretariat Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta di Srengseng Junction Kembangan Jakarta Barat. Hadir Ketua Umum FLO Ir. H. Juani Yusuf,MM, Sekjen FLO Endah S. Parjoko, beserta Para Pengurus FLO Tingkat Provinsi DKI Jakarta dan Ketua Ormas di DKI Jakarta. Yang menjadi Inspektur Upacaranya FAHIRA IDRIS Dewan Pembina FLO Provinsi DKI Jakarta yang juga Anggota DPD RI Dapil Provinsi DKI Jakarta. Hadir juga Perwakilan Kesbangpol Bapak H. Matsani Kepala Suban Kesbangpol Kota Jakarta Barat. Kegiatan selain Upacara HUT RI Ke 78 Tahun, dilanjutkan Deklarasi Damai untuk Kamtibmas dan Pemilu 2024 yang berjalan Damai dan Kondusif. Serta dibuat juga Pemeriksaan Kesehatan Gratis oleh Ibu Fahira Idris kepada Pengurus dan Peserta Upacara yang hadir, kemudian di tutup dengan Perlombaan antara Anggota FLO Provinsi DKI Jakarta dan juga Pemberian Piagam Penghargaan DPD RI kepada perwakilan Ormas. Ormas yang hadir diantaranya Pemuda Pancasila (PP) DKI Jakarta, Pemuda Panca Marga DKI Jakarta, Laskar Merah Putih DKI Jakarta, Kembang Latar DKI Jakarta, Ormas BANG JAPAR, Pejuang Siliwangi DKI Jakarta, Kaliber Indonesia, LDII DKI Jakarta, BPPKB Banten, Senkom Mitra Polri, BKPRMI DKI Jakarta, Laskar Manguni Indonesia, JPKP, Gayatra, KKPMP, IKBK Kailolo, Ikatan Keluarga Madura, Parmusi, DHD Angkatan 45, MUKI, PGPI, GBN DPD DKI jakarta, forum silahturahmi pers jurnalis bela negara dan Perwakilan Ormas di DKI Fahira Idris dalam amanatnya dihadapan peserta upacara menyampaikan ini adalah sejarah baik untuk Ormas di Forum Lintas Ormas DKI Jakarta. Kegiatan pertama yang dilakukan FLO Provinsi DKI Jakarta sekaligus Deklarasi Damai dan Kondusif menjelang Pelaksanaan Pemilu 2024. “Terima kasih Kepada Ketum Bang Juaini Yusuf, Sekjen Ibu Endah S. Pardjoko, Bang M. Supriyadi Wakil Ketua, Bang H. Eddy Wasekjen, dan Para Pengurus FLO Provinsi DKI Jakarta, Terima kasih Para Panitia Bang H. Misan Ketua, Bang Musa Marasabessy Sekretaris, Bang H. Samsudin Bendahara sekaligus seluruh Divisinya dan seluruh Pimpinan Ormas di DKI Jakarta. Terima Kasih Kepada Ibu Anisa Pengelola Srengseng Junction atas diberikannya FLO Provinsi DKI Jakarta untuk Upacara HUT RI Ke 78 Tahun dan Para Donatur dari FLO Provinsi DKI Jakarta serta Para Ormasnya. Terima kasih Kepala Kesbangpol Bang H. Matsani, Lurah Srengseng Bang Adith, dan Para Tokoh Masyarakat serta Tokoh agama. Alhamdulillah, kita jadikan Kegiatan Upacara HUT RI menjadi Agenda Rutin kita Ormas di DKI Jakarta untuk ajang silaturahmi. Tadi juga saya buka layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Anggota FLO DKI Jakarta agar sejak dini bisa mulai menjaga Kesehatan dan dirinya. Pemilu 2024 sebentar lagi, mari kita sama-sama jaga Kamtibmas di wilayah masing-masing agar Damai, Baik dan Kondusif, maka hari ini kita Deklarasikan Sukses Pemilu 2024”, ujar Fahira Idris dalam Amanat Pembukanya. Fahira Idris meneruskan, Kita FLO Provinsi DKI Jakarta teruslah Kompak antara semua ormas di Jakarta, Kita Jaga Jakarta yang Kondusif, Damai, Tentram dan agar nantinya kita sama-sama jalankan Pemilu 2024 agar Berjalan Lancar dan sukses. Kita Teruskan bekerjasama dengan Pemerintah dari Pusat, Provinsi, Kotamadya, TNI, Polri dan semua pilar di lembaga-lembaga dan terakhir FLO haruslah terus Jaya dan sinergi antar semua Ormas di DKI Jakarta. Sekali lagi, selamat HUT RI Ke 78 Tahun. Teruslah Melangkah Untuk Indonesia Maju, FLO Jaya, NKRI Harga Mati. Merdeka. (Sumber: https://mitratnipolri.com/senator-dki-jakarta-fahira-idris-hadir-sebagai-pembina-upacara-bendera-hut-ri-di-srengseng-junction/)

Sylviana Murni Respon Problem Infrastruktur Hingga Bansos Warga di Pulau Untung Jawa

09 Agustus 2023 oleh jakarta

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DKI Jakarta, Sylviana Murni merespon baik keluhan masyarakat Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu terkait infrastruktur pelabuhan atau sandaran kapal pariwisata di Tanjung Pasir. "Sebenarnya rencana pelabuhan ini sudah disampaikan ke pihak terkait, kita berdoa semoga harapan Bapak dan Ibu segera direalisasikan. Saya dengan semaksimal mungkin menggunakan koneksi dan jaringan saya untuk terus mendorong usulan Bapak dan Ibu," ujar Sylviana Murni, Selasa (8/8/2023). Sebelumnya, Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Untung Jawa, Ican mengaku bahwa sejauh ini destinasi wisata di lokasi tersebut hanya mengandalkan kapal penumpang pengangkut wisatawan yang sekedar melintas ke wilayahnya. Sehingga, kata Ican, pelaku ekonomi mikro di lokasi wisata itu sering mengeluh pendapatan mereka lesu. Seorang warga RT 01/RW 01, Jana juga menyampaikan keluhan terkait bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dianggap tidak tepat sasaran. Jana mengeluhkan bahwa suaminya sebagai Pekerja penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP) tidak seperti PJLP lainnya yang sering menerima bansos tersebut. Padahal, kata Jana, ia dan suaminya merasa termasuk kategori yang berhak menerima bantuan tersebut. Menanggapi hal itu, Sylviana Murni kemudian berkoordinasi dengan petugas Dinas Sosial DKI Jakarta perihal keluhan Ibu Jana tersebut. Dari informasi diterima dari petugas Dinsos, kata Sylvi, sesuai Keputusan Gubernur menyebutkan bahwa PJLP bukan termasuk kategori berhak menerima bansos. "Tetapi pada prinsipnya, silahkan untuk berkoordinasi secara baik kepada lurah melalui Pak RT, nanti saya bantu komunikasi di level pimpinan pada Dinas terkait. Kemudian, pendamping sosial dari Kementerian atau Pemprov DKI juga memang sebaiknya terus menjalin komunikasi dengan pengurus warga setempat," pungkasnya. (Sumber : https://kosadata.com/read/sylviana-murni-respon-problem-infrastruktur-hingga-bansos-warga-di-pulau-untung-jawa?page=all )

Sidang AIPA Ke-44, BKSP DPD RI Dorong Kawasan ASEAN Tingkatkan Perekonomian

08 Agustus 2023 oleh jakarta

JAKARTA — Ketua BKSP DPD RI Sylviana Murni berharap kegiatan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Ke-44 bisa membawa angin segar bagi perekonomian di kawasan ASEAN. Hal tersebut bertujuan agar bisa meningkatkan kesejahteraan bagi warga negaranya. “Kita mengajak seluruh parlemen di ASEAN ini bisa turut andil dalam menumbuhkan ekonomi di ASEAN. Karena saat pandemi Covid-19 melanda, ekonomi di negera-negara lain terutama ASEAN mengalami dampak yang signifikan,” ucap Sylviana Murni usai Courtesy Call dengan pimpinan delegasi peserta AIPA ke-44 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (7/8) Sylviana Murni juga mengajak kawasan ASEAN bisa terus memacu dan menumbuhkan perekonomian masing-masing. Selain itu Anggota DPD RI asal DKI Jakarta ini juga mengharapkan negara-negara ASEAN berperan aktif dalam memberikan rasa aman warga negaranya. ”Ini merupakan bagian yang paling penting dalam AIPA ke-44 yaitu bisa memberikan rasa aman bagi warga negaranya. Semoga acara ini bisa berjalan lancar,” cetusnya. Pada pembukaan Sidang Umum ke-44 AIPA ini, Presiden Jokowi mengatakan parlemen merupakan cermin keterwakilan suara rakyat. Oleh karena itu, aspirasi rakyat ASEAN harus dikedepankan dan kepentingan mereka harus diperjuangkan. “Kita harus bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan rakyat kita, kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Presiden. Presiden Jokowi mengaku bersyukur karena di tengah ketidakpastian dunia, pertumbuhan ekonomi ASEAN tetap stabil. Bahkan, oleh The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Asia Tenggara dianggap sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dunia. “Sebagai ketua ASEAN, Indonesia ingin menjadikan kawasan ASEAN tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia, sebagai epicentrum of growth. Oleh karena itu, integrasi ekonomi ASEAN harus diperkuat, hambatan perdagangan dengan mitra ASEAN harus dihilangkan, kerja sama ekonomi yang setara dan saling menguntungkan harus ditingkatkan,” ujarnya. Pada acara ini, turut hadir Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Ketua DPD RI Puan Maharani, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, dan seluruh perwakilan negara-negara di ASEAN. (Sumber: https://www.mandalikanews.id/2023/08/sidang-aipa-ke-44-bksp-dpd-ri-dorong.html)

Senator DKI: Aspirasi Majelis Kaum Betawi Harus Diakomodir Masuk dalam Revisi UU

04 Agustus 2023 oleh jakarta

Jakarta, MINA – Senator DKI Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH, LLM, MBA mengatakan frasa “Majelis Kaum Betawi” harus ada dalam revisi RUU Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Jakarta, yang pembahasannya kini tengah berlangsung. Hal tersebut disampaikan Bang Dai –sapaan akrab- cucu ulama kharismatis Betawi KH Abdullah Safi’i ini, pada Focus Group Discussion (FGD) di hotel Borobudur Jakarta, Selasa (1/8). FGD diinisiasi oleh Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri. Diselenggarakan dalam rangka pembahasan konsep RUU Pemerintahan Khusus Jakarta. Menghadirkan pembicara I Made Suwandi Ph.D, DR Halilul Khairi dan Abdul Malik Sadat Idris. Dibuka oleh Dirjen Otda Akmal Malik. Sedangkan sebagai penanggap tampak hadir tokoh-tokoh terkemuka Betawi, diantaranya Eddie Marzuki Nalapraya, Bien Benyamin, Silviana Murni (anggotad DPD RI), Mardani Ali Sera (anggota DPR RI), Marullah Matalih (Deputi Gubernur DKI Bidang Kebudayaan), Bekky Mardani (Ketua LKB), para ulama dan pimpinan-pimpinan ormas Betawi. Lebih jauh Prof Dailami mengatakan, frasa Majelis Kaum Betawi sangat penting artinya bagi masyarakat Betawi yang merupakan masyarakat inti Jakarta. “Saya meminta dukungan pemerintah yang kini tengah mempersiapkan konsep RUU-nya dan DPR yang akan mengesahkannya kelak, agar mengakomodir frasa Majelis Kaum Betawi di dalam undang-undang itu,” pintanya. Menurut Prof Dailami, saat ini ada dua draf RUU Revisi Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Jakarta, yakni yang disiapkan oleh Pemerintah dan yang disiapkan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. “Saya ingin menyampaikan perkembangan terbaru di DPD RI. Alhamdulillah pada tanggal 14 Juli 2023 dalam sidang paripurna yang ke 12 tahun 2022/2023, DPD RI telah mengesahkan draf susulan RUU tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Dalam draf tersebut terdapat usulan frasa tentang Majelis Kaum Betawi,” kata Prof. Dailami. Makanya Prof Dailami minta agar draf yang dibuat oleh DPD RI bisa ‘match’ dengan draf yang dibuat oleh pemerintah, dalam hal ini Dirjen Otda Kemendagri. Menjawab keinginan tersebut Dirjen Otda Akmal Malik mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan terus hingga dicapai kesepakatan. Menurut Akmal, FGD ini adalah yang kedelapan kalinya diselenggarakan pihaknya. “Ini kan baru draf, kita akan terus gali dan diskusikan terus dengan pihak-pihak terkait dan para ahlinya agar UU ini bisa mendekati kesempurnaan, dan bisa diterima oleh semua pihak,” tuturnya, kepada wartawan, usai diskusi. Akmal optimistis RUU akan rampung sebelum Februari 2024, dan dibawa ke DPR untuk disahkan menjadi UU. Berbagai usulan dari tokoh Betawi mencuat dalam FGD yang cukup alot ini. Intinya adalah agar keberadaan kaum Betawi yang merupakan masyarakat inti Jakarta, tidak terpinggirkan. Misalnya yang disampaikan oleh Siviana Murni agar nama UU-nya diubah menjadi UU Jakarta Metropolitan karena ke depan Jakarta diharapkan menjadi kota Global (Global City). Ada juga yang mengusulkan agar perwakilan masyarakat Betawi di DPR tidak dipilih tapi ditunjuk, seperti kekhususna yang diberikan kepada kaum adat daerah istimewa lainnya di tanah air. (Sumber: https://minanews.net/senator-dki-aspirasi-majelis-kaum-betawi-harus-diakomodir-masuk-dalam-revisi-uu)

SENATOR DKI JAKARTA, DAILAMI FIRDAUS BERSAMA DENGAN KEMENSOS dan KOMISI NASIONAL DISABILITAS MEMBERIKAN BANTUAN ASISTENSI REHABILITAS SOSIAL (ATENSI) DI KEPULAUAN SERIBU

03 Agustus 2023 oleh jakarta

Jakarta, 3 Agustus 2023 - Senator DKI Jakarta, Dailami Firdaus bersama dengan Kementerian Sosial memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial kepada masyarakat di Pulau Pramuka. Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial bersama Dailami Firdaus dan Komisi Nasional Disabilitas (KND) memberikan total bantuan senilai hampir 500 juta. Adapun bantuan yang diberikan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan sosial, alat disabilitas; berupa kursi roda, alat bantu jalan, alat bantu pendengaran, stroler anak, dan bantuan kewirausahaan. Dalam kegiatan tersebut, Dailami Dirdaus menyampaikan terimakasih kepada KND dan Sentra Handayani atas kolaborasi yang efektif sehingga penyaluran Bantuan Atensi di wilayah Kepulauan Seribu cepat terealisasikan. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kemensos yang dalam hal ini melalui Sentra Handayani, karena sudah merealisasikan bantuan pada masyarakat di kepulauan seribu pada pagi hari ini” ucap Dailami Firdaus. Lebih lanjut Dailami Firdaus menyampaikan agar kegiatan seperti ini bisa terus ditingkatkan sehingga masyarakat yang terbantu bisa lebih luas lagi. Selanjutnya, Kepala Sentra Handayani Sigit Wicaksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejauh ini nilai bantuan yang diberikan di wilayah kepulauan seribu merupakan yang terbesar. Selain itu, Sigit juga menginginkan agar ke depan sinergi seperti ini bisa terus ditingkatkan. “Perlu saya sampaikan, bahwa sejauh ini bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan seribu ini yang paling besar. Saya juga berharap agar sinergi seperti ini bisa terus ditingkatkan sehingga akan semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan bantuan” tuturnya. Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Dante Ratnalia juga mengucapkan terimakasih atas kolaborasi dan atensi dari Sentra Handayani serta Prof. Dailami Firdaus sehingga kegiatan hari ini bisa terealisasikan. “Saya mengucapkan terimakasih atas atensi dari Sentra Handayani dan Prof. Dailami Firdaus sehingga kegiatan hari ini bisa terselenggara dengan baik” ucapnya. Bantuan yang diberikan tersebar ke 8 pulau di wilayah Kepulauan seribu. Yaitu : Pulau Panggang, Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. (TIM) Beli tas dikampung seruni Metik belimbing sama kelapa muda Sahabat disabilitas bukan untuk di kasihani Tapi di bimbing sesuai potensi yang ada

Prof Dr Hj Syilviana Murni SH Msi Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Jl.Empang Kapuk Muara

03 Agustus 2023 oleh jakarta

Jakarta - Penyerahan bantuan untuk korban kebakaran Jl.empang kapuk muara dibawa langsung oleh staf ahli DPD RI Prof Dr Hj Syilviana Murni SH Msi yaitu Yusri M.SH yang juga selaku ketua Tim pemenangan. Penyerahan bantuan berupa beras/mie instan/air mineral/masker 300 pcs/tembler ( termos ) untuk dibagikan kepada warga yang rumahnya terkena kebakaran di jl.Empang Kapuk Muara Rt.01 RW.03 Penjaringan Jakarta Utara.Senin (31/7/2023). Pada kesempatan tersebut Yusri M, S.H. didampingi ketua Korwil jakarta utara-jakarta-barat jakarta-timur mengatakan kepada awak media mudah mudahan bantuan ini bisa meringankan beban warga yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut Menurut sumber dari BPBD DKI merilis dampak dari musibah kebakaran tersebut berupa bangunan 200 Unit jumlah KK 200 Jumlah jiwa 1.000 Korban jiwa nihil Korban luka nihil Penyerahan bantuan langsung di berikan di pos utama BPDB DKI dan diterima langsung oleh Ketua RW.03 Poniman selaku koordinator penerimaan dan penyaluran bantuan untuk korban bencana kebakaran di Jl.Empang kapuk muara penjaringan Jakarta Utara. (Sumber: https://detiksuararakyat.id/prof-dr-hj-syilviana-murni-sh-msi-anggota-dpd-ri-dapil-dki-jakarta-berikan-bantuan-kepada-korban-kebakaran-di-jl-empang-kapuk-muara/)

BKSP DPD RI Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Parlemen Prancis

03 Agustus 2023 oleh jakarta

JAKARTA - Ketua BKSP DPD RI Sylviana Murni mendorong peningkatan hubungan kerja sama bilateral dengan Parlemen Prancis. Hal tersebut bertujuan untuk pertukaran pandangan mengenai sistem bikameral di Prancis. “Indonesia dan Prancis memiliki kesamaan lembaga yang mewakili daerah yaitu DPD RI dan Senat Prancis. Meski memiliki kesamaan dalam memperjuangkan aspirasi daerah, faktanya peran DPD RI tidak seperti Senat Prancis. Maka perlu adanya kerja sama dengan Parlemen Prancis sehingga bisa terciptanya check and balances," ucap Ketua BKSP DPD RI Sylviana Murni di Kediaman Duta Besar Prancis di Indonesia, Jakarta, Rabu (2/8). Pada pertemuan ini, Silviana Murni didampingi oleh Anggota DPD RI asal Provinsi Gorontalo Fadel Muhammad, Anggota DPD RI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat Abraham Liyanto, dan Anggota DPD RI asal Provinsi Bangka Belitung Darmansyah Husein. Sylviana juga menambahkan lahirnya DPD RI pasca amandemen ketiga UUD 1945 ini tergolong usia yang masih muda. Maka BKSP DPD RI ingin mengetahui lebih jauh kedudukan dan kewenangan Senat Prancis dalam menyusun sebuah Udang-Undang (UU). “DPD RI tergolong muda maka kami ingin mengetahui sejauh mana Senat Prancis memperjuangkan kepentingan dan aspirasi daerah seperti anggaran, program pembangunan, dan otonomi daerah,” kata Sylviana Murni. Sementara itu, Anggota DPD RI asal Provinsi Gorontalo Fadel Muhammad mengatakan sistem parlemen Indonesia dan Prancis juga memiliki kesamaan yaitu sama-sama menganut bikameral. Bedanya DPD RI sangat minim kewenangannya ketimbang Senat Prancis. "Sistem di sana lebih bagus dan sudah lama, maka check and balances berjalan semestinya. Untuk itu kami ingin melakukan kerja sama jangka panjang, bagaimana penguatan DPD RI," imbuhnya. Duta Besar Perancis Untuk Indonesia Fabian Fenone menilai peran DPD RI sangat penting mengingat luasnya wilayah di Indonesia. Menurutnya, besarnya wilayah otomatis persoalan yang muncul akan beragam. "Tentunya dengan wilayah yang luas maka banyak persoalan yang muncul maka akan terjadi kurangnya pemerataan pembangunan. Walaupun wilayah Prancis lebih kecil, namun negaranya juga memiliki permasalahan yaitu keberagaman," jelasnya. Fabian Fenone menambahkan bahwa dalam UU Prancis telah menyebutkan Senat Prancis mewakili pemerintah dan daerah-daerah. Sedangkan Senat Prancis dan DPR bersama-sama membuat UU, mengesahkan, dan melakukan pengawasan. “Untuk pembuatan dan mengesahkan UU harus bersama Senat Prancis dan DPR. Jika tidak menemukan titik temu, maka akan dilakukan kajian ulang,” imbuhnya. (Sumber: https://jakarta.suaramerdeka.com/nasional/1349681292/bksp-dpd-ri-dorong-peningkatan-kerja-sama-dengan-parlemen-prancis#google_vignette)

Hajatan Betawi Ke Empat Digelar pada September 2023

31 Juli 2023 oleh jakarta

Pesta Rakyat Jakarta “Hajatan Betawi 4” akan kembali digelar pada Sabtu-Minggu (16-17) September 2023. Kepastian penyenggaraan kegiatan tersebut disampaikan oleh penanggungjawab kegiatan, Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus SH, LLM, MBA. Bang Dai, sapaan popular Prof Dailami, mengatakan bahwa belajar dari penyelenggaraan Hajatan Betawi yang pertama hingga ketiga, maka penyelenggaraan yang keempat ini akan lebih meriah mengingat antusiasme pengunjung selalu meningkat setiap tahunnya. Untuk tahun ini kita mencetak 30.000 undangan di hari pertama, dan 30.000 undangan lagi untuk hari kedua. Kita juga menyiapkan doorprize yang cukup banyak bagi pengunjung. Dalam Hajatan Betawi 4 akan digelar 30-an atraksi seni, pertunjukkan dan lomba, diantaranya lomba pantun, silat tradisi, palang pintu, stand-up comedy, dan yang terbaru adalah lomba mewarnai wajah Bang Dai. Juara-juara pada katagori lomba ini akan mendapat hadiah yang sangat menarik. Acara lain yang juga tak kalah menariknya adalah Lomba Abang None Tingkat SMA/Sederajat dan lomba film pendek Betawi. Pada penyelenggaraan Hajatan Betawi yang pertama hingga ketiga lomba ini sangat disukai pengunjung. Pada Hajatan Betawi keempat ini seluruh kegiatan dipusatkan di Kampus 2 Universitas Islam As-Syafi’iyah, Jatiwaringin, Pondok Gede. Acara berlangsung mulai jam 09.00-20.00 WIB. Setiap hari ada pertunjukkan komedi oleh para pelawak terkemuka tanah air, seperti Derry Sudarisman, Jarwo Kwat, Denny Chandra, Didin Pinasti dan Rudi Sipit. (MY)

Ketua DPD RI Apresiasi LKPP Bekukan 16 Ribu E-Katalog Barang Impor

31 Juli 2023 oleh jakarta

Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) membekukan 16 ribu produk impor dari katalog elektronik (e-katalog) pengadaan barang dan jasa pemerintah mendapat apresiasi dari ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurut LaNyalla, langkah tersebut sejalan dengan penguatan dan penyerapan produk lokal. Apalagi produk impor yang dibekukan tersebut ternyata terdapat produk serupa yang diproduksi di Indonesia. “Ini upaya konkret yang harus didukung,” tukasnya, Sabtu (29/7/2023). Dikatakan LaNyalla, dirinya sudah sering meminta kepada Kepala Dearah untuk melakukan fasilitasi kepada pengusaha lokal di daerah untuk dapat mendaftarkan produknya masuk ke e-catalog. Sehingga produk-produk tersebut terserap di belanja pemda setempat. “Ini yang saya sebut pentingnya memadukan politik anggaran dan politik kebijakan. Sehingga dana APDB di suatu daerah, benar-benar berputar dan terserap di daerah itu sendiri. Tidak outflow ke daerah lain. Apalagi ke luar negeri,” ungkap LaNyalla di sela reses di Jawa Timur. Karena dana APBD, lanjutnya, terutama yang berasal dari dana transfer pemerintah pusat, sejatinya harus menjadi pengungkit (stimulus) ekonomi di daerah. Bukan terbang lagi keluar dari daerah itu untuk belanja pemda. Diungkap LaNyalla, masih banyak produsen lokal, terutama pengusaha skala kecil di daerah, yang belum mampu menembus e-catalog. Selain memang banyak persyaratan yang harus dipenuhi, juga belum terdampingi. “Saya minta hal ini menjadi perhatian serius para kepala daerah. Termasuk menjadi perhatian KADIN di daerah. Untuk melakukan pendampingan, agar semakin banyak produk dalam negeri di dalam e-catalog. Lebih bagus lagi jika produsen tersebut benar-benar lokal dengan modal dalam negeri. Bukan PMA,” tukasnya. Seperti diberitakan, LKPP membekukan 16 ribu produk impor di e-katalog, paling banyak berupa alat kesehatan (alkes). Plt Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP Yulianto Prihandoyo menyebut pembekuan dilakukan demi mendorong pembelian barang dan jasa buatan Indonesia. (Sumber : https://rri.co.id/jakarta/daerah/301262/ketua-dpd-ri-apresiasi-lkpp-bekukan-16-ribu-e-katalog-barang-impor )

Resep Anti Negara Gagal

31 Juli 2023 oleh jakarta

**Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti** MINGGU lalu, mata dunia tertuju kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres. Karena dia menyampaikan peringatan serius kepada negara-negara di dunia. Tentang ancaman negara gagal. Dalam laporannya yang berjudul; A World of Debt (Dunia Utang), Guterres memberi peringatan serius terkait utang publik global di tahun 2022, yang mencetak rekor 92 triliun US Dolar. Angka tertinggi sepanjang masa. Sekjend kelahiran Portugal itu mengatakan, sebanyak 52 negara, hampir 40 persennya adalah negara berkembang, berada dalam masalah utang yang serius. Katanya seperti dirilis di website resmi United Nation, Rabu, 12 Juli 2023. Yang menjadi perhatian dia, adalah tingginya angka pembayaran bunga utang (belum termasuk pokok utang), yang melebihi beberapa belanja publik pemerintah di sektor yang seharusnya menjadi mandatory. Sektor mandatory menurut Guterres yang terpenting ada dua; Kesehatan dan Pendidikan. Beberapa negara memang tercatat membayar bunga utang lebih tinggi ketimbang belanja sektor mandatory. Terutama negara-negara di Benua Afrika. Menurut dia, jika ini diteruskan, potensi untuk menjadi negara gagal terbuka lebar. Bagaimana dengan Indonesia? Dalam APBN kita, bunga utang yang dibayar pemerintah di tahun 2022 sebesar Rp 386,3 triliun. Sementara anggaran Kesehatan di tahun 2022 sebesar Rp 176,7 triliun. Sedangkan belanja di sektor Pendidikan mencapai Rp 472,6 triliun. Di sisi lain, potensi angka utang Indonesia masih akan membesar. Pertama karena defisit neraca APBN. Kedua, karena pagu rasio utang dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sesuai Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara, masih terbuka untuk nambah utang. Rasio utang Indoneaia tahun 2023 masih di angka 38,15 persen dari PDB. Sedangkan pagu di dalam UU 17/2023 tersebut dipatok 60 persen dari PDB. Artinya masih berpotensi untuk nambah utang berkali-kali lipat. Dan jika betul nambah terus, maka belanja bayar bunga utang niscaya akan melampaui belanja sektor Pendidikan. Bahkan bisa saja melampaui belanja gabungan antara Pendidikan dan Kesehatan. Artinya, Indonesia juga berpotensi menjadi negara gagal. Dan kita tidak perlu defense, atau malu-malu mendiskusikan soal ini. Pemerintah tidak perlu nyolot dan mengelak dengan membandingkan dengan rasio utang Jepang yang mencapai 260 persen dari PDB. Karena kita harus utuh menjelaskan informasi tersebut. Karena Jepang ternyata juga kreditur besar ke beberapa negara. Bahkan Jepang memegang surat utang Amerika Serikat sebesar 1,3 triliun USD atau sekitar 18.500 triliun rupiah. Sementara utang Jepang didominasi utang dalam negeri, dalam satuan mata uang Yen. Bukan USD. Amerika Serkat sendiri juga utangnya tinggi. Mencapai rasio 137 persen dari PDB. Tetapi lagi-lagi, AS juga kreditur besar ke sejumlah negara. Apalagi AS ditopang oleh jaminan pemasukan pajak dari puluhan the biggest company in the world, yang berkantor pusat di AS. Jadi ojok dibandingke. Nah, daripada sibuk membuat perbandingan yang tidak apple to apple, lebih baik kita merefleksi diri. Muhasabah. Untuk mencari resep jitu agar Indonesia tidak menjadi negara gagal. Karena negara ini milik rakyat. Pemerintah boleh shutdown. Tapi negara tidak boleh. **Pentingnya Sistem** Mari kita menilik buku tentang Negara Gagal yang ditulis ekonom asal Turki-Amerika, Daron Acemoglu dari Institut Teknologi Massachusetts dan ilmuwan politik James A. Robinson dari Universitas Harvard. Buku ini pertama kali dicetak tahun 2012 silam. Mereka mengatakan kemajuan atau kemunduran suatu negara, ditentukan oleh desain institusi politik dan ekonominya. Suatu negara dapat terus berjalan dan mencapai titik kemakmuran, bila dikelola dengan cara yang tepat. Ini artinya sistem. Bukan tergantung orang (pemimpin). Bahkan mereka mengatakan, meskipun negara kaya sumber daya alam, dan ditopang iklim yang mendukung, (seperti Indonesia), bisa saja menjadi negara gagal. Apabila tidak dijalankan dengan sistem yang tepat. Kedua akademisi itu memisahkan institusi politik dan ekonomi ke dalam dua bentuk. Yaitu; institusi politik ekonomi inklusif, dan institusi politik ekonomi ekstraktif. Intinya, institusi politik ekonomi inklusif ini memiliki kebijakan yang tidak hanya memberi keuntungan kepada kaum elit. Tapi juga memberi kemakmuran kepada rakyat mayoritas. Secara politik, rakyat juga bisa berpartisipasi aktif. Punya saluran konstitusional. Sehingga bisa mengontrol tindakan penguasa. Sebaliknya, institusi politik ekonomi ekstraktif merupakan wujud kekuasaan dimana sumber daya ekstraktif hanya dikuasai oleh segelintir orang (oligarki), yang didukung oleh kekuatan politik dan kekuasaan. Situasi ini akan memicu kesenjangan ekonomi yang lebar. Nah, bagaimana wajah Indonesia? Jika ditelaah dengan pisau analisis yang dipaparkan kedua penulis buku negara gagal itu. Sistem politik Indonesia saat ini, sejak era Reformasi, menempatkan Partai Politik dan Presiden terpilih menjadi pemegang kedaulatan rakyat. Partai politik juga penentu calon presiden yang disuguhkan kepada rakyat untuk dipilih. Dan partai politik juga melalui DPR sebagai pembentuk Undang-Undang yang mengikat 270 juta rakyat Indonesia melalui paksaan hukum (law enforcement). Di sisi lain, faktanya; 1 persen penduduk Indonesia menguasai setengah kekayaan nasional. Karena angka GINI rasio kita terhadap kekayaan nasional mencapai angka sebesar 0,381. Sedangkan GINI rasio terkait penguasaan tanah di Indonesia, yang mencapai angka 0,58, artinya 1 persen penduduk menguasai 58 persen sumber daya agraria, tanah dan ruang. Sementara 40 persen penduduk Indonesia masuk dalam kerentanan atau kemiskinan berdasarkan angka patokan Bank Dunia. Kemiskinan, kesenjangan sosial, dan ketidakadilan sosial mungkin tidak kita rasakan di dalam ruangan rapat pembuat kebijakan di Jakarta. Tetapi di jalanan, di kampung dan gang sempit, di daerah-daerah, di desa-desa, juga di pulau-pulau kecil di luar Jawa; Sangat terasa dan tampak nyata. Jadi marilah kita membangun kesadaran kolektif. Republik ini harus menjadi milik semua. Bukan milik segelintir orang atau kelompok tertentu. Hentikan kontestasi politik yang semata-mata ingin sukses meraih kekuasaan dengan cara liberal. Karena politik liberal yang transaksional, dan semata-mata berorientasi kekuasaan itu telah menjadikan kehidupan bangsa kita kehilangan jiwa, rasa, etika, dan kehormatan. Pilpres Langsung yang kita adopsi copy paste begitu saja telah melahirkan politik kosmetik yang mahal dan merusak kohesi bangsa. Karena batu uji yang kita jalankan dalam mencari pemimpin nasional adalah popularitas yang bisa difabrikasi melalui media. Belum lagi elektabilitas yang diframing melalui lembaga survei. Lalu diresonansi buzzer di medsos dengan narasi-narasi saling hujat atau takliq buta puja-puji. Maka, semakin mahal biaya make up-nya, semakin glowing di mata rakyat, yang disodori realita yang dibentuk. Oleh karena itu, marilah kita kembali ke sistem bernegara yang dirumuskan para pendiri bangsa. Sistem bernegara yang tidak meninggalkan Pancasila. Khususnya sila keempat dan ketiga. Sistem bernegara yang belum pernah secara benar dan tepat diterapkan, baik di era Orde Lama maupun Orde Baru. Niscaya kita akan terhindar dari negara gagal. Karena kedaulatan harus benar-benar dijelmakan oleh seluruh elemen bangsa di Lembaga Tertinggi Negara. Tidak boleh ada yang ditinggalkan. Karena kita harus membangun demokrasi. Bukan membangun dominasi. Berabad-abad bangsa Nusantara ini memiliki tradisi musyawarah dan perwakilan. Bahkan partai politik dan ormas dalam memilih ketuanya juga melalui perwakilan. Tetapi mengapa giliran memilih presiden harus dilakukan secara langsung? Dan penentu akhir siapa yang menang adalah Komisi Pemilihan Umum yang mengumumkan angka-angka suara dari 820.161 TPS.* **AA LaNyalla Mahmud Mattalitt**i, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. (Sumber : https://jakarta.suaramerdeka.com/opini/1349619549/resep-anti-negara-gagal )